JURNAL
MEMAHAMI DAN MEMBUAT INSTRUMEN EVALUASI
TES
Siti Masitoh, Septy Mayarosita, Enok Rokayah
dan Lista Faizah, Mahasiswi FTK IAIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten, itohpgmi@yahoo.com, septy.mayarossita@gmail.com, nokalfidhah@gmail.com, faizah_lista@yahoo.co.id.
Abstrak
Evaluasi
merupakan salah satu komponen penting dan tahap yang harus ditempuh oleh guru
untuk mengetahui keefektifan pembelajaran. Hasil yang diperoleh dari evaluasi
dapat dijadikan balikan (feed-back) bagi guru dalam memperbaiki dan
menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran. Evaluasi meliputi semua aspek
batas belajar. Menurut Schwartz dan kawan-kawannya, penilaian adalah suatu
program untuk memberikan pendapat dan penentuan arti atau faedah suatu
pengalaman. Yang dimaksud dengan pengalaman adalah pengalaman yang diperoleh berkat
proses pendidikan. Untuk dapat mengevaluasi atau menilai, ada banyak instrumen
yang dapat digunakan dalam kegiatan evaluasi. instrumen adalah alat ukur yang
dapat digunakan untuk mengukur dalam rangka pengumpulan data. Salah satunya
adalah tes. istilah “tes” berasal dari bahasa Prancis, yaitu “testum”, berarti
piring yang digunakan untuk memilih logam mulia dari benda-benda lain, seperti
pasir, batu, tanah dan sebagainya. Dalam perkembangannya istilah tes diadopsi dalam
psikologi dan pendidikan. Tes ini banyak digunakan untuk mengukur prestasi
belajar peserta didik dalam bidang kognitif, seperti pengetahuan, pemahaman,
aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi. Tes adalah merupakan alat atau
prosedur yang digunakan. Alat ini dapat berbentuk tugas atau pekerjaan yang harus dikerjakan dan dapat
pula pertanyaan-pertanyaan atau soal yang harus dijawab. Sebagai alat ukur dalam proses evaluasi, tes
harus memiliki dua kriteria, yaitu kriteria validitas dan realibilitas.
Kata kunci: Evaluasi, Instrumen dan Tes.
Abstract
Evaluation
is one of the essential components and steps that must be taken by the teacher
to determine the effectiveness of learning. The results of the evaluation can
be used as feedback (feed-back) for teachers to improve and enhance programs
and learning activities. Evaluation covers all aspects of learning boundaries.
According to Schwartz and his friends, is an assessment program to provide
opinions and the determination of the meaning or avail an experience. What is
meant by experience is the experience gained thanks to the educational process.
To be able to evaluate or judge, there are many instruments that can be used in
the evaluation. instrument is a measuring tool that can be used to measure in
the framework of data collection. One is a test. the term "test" is
derived from the French language, namely "testum", means that plate
which is used to choose the precious metals from other objects, such as sand,
stone, soil and so on. In development terms the test adopted in psychology and
education. This test is widely used to measure the learning achievement of
students in the areas of cognition, such as knowledge, comprehension,
application, analysis, synthesis and evaluation. The test is a tool or
procedure used. This tool can be in the form of a task or job to be done and
also the questions or questions that must be answered. As a measuring tool in
the evaluation process, the test must have two criteria, namely the validity
and reliability criteria.
Keywords: Evaluation, Instruments and Test.
Pendahuluan
Pendidikan
adalah sebuah sistem yang terdiri dari: tujuan, proses belajar dan prosedur
evaluasi. Salah satu komponen yang harus dikuasi oleh guru adalah evaluasi
pembelajaran. Komponen ini sejalan dengan tugas dan tanggung jawab guru dalam
pembelajaran, yaitu mengevaluasi pembelajaran termasuk didalamnya melaksanakan
penilaian proses dan hasil belajar. komponen tersebut sejalan pula dengan
instrumen penilaian evalusai pembelajaran. Banyak alat atau instrumen yang
dapat digunakan dalam kegiatan evaluasi. Selain menggunakan teknik non tes,
evaluasi juga menggunakan teknik tes. Berbarengan dengan hal tersebut, maka
kelompok kami berniat untuk membuat jurnal ini tentang memahami dan membuat
teknik evaluasi tes. Di dalam jurnal ini kami akan membahas tentang pengertian
teknik evalusi tes, macam-macam teknik evalusai tes dan bentuk tes evalusi
beserta contoh tesnya. Oleh karena itu, Harapan kami semoga jurnal ini dapat
menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat
memperbaiki bentuk maupun isi jurnal ini, sehingga kedepannya dapat lebih baik.
MEMAHAMI DAN MEMBUAT
INSTRUMEN EVALUASI TES
Pengertian Teknik Evaluasi Tes
untuk dapat menentukan tercapai tidaknya
tujuan pendidikan dan pengajaran perlu dilakukan usaha atau tindakan penilaian
atau evaluasi.
Apa yang dimaksud dengan evaluasi? Ada
beberapa pengertian mengenai evaluasi. Wand dan Brown (1957) mendefinisikan
evaluasi sebagai “refer to the act or process to determining the value of
something” evaluasi mengacu kepada suatu proses untuk menentukan nilai
sesuatu yang dievaluasi.[1]
Sejalan
dengan pendapat tersebut Guba dan Lincoln mendefinisikan evaluasi itu merupakan
suatu proses memberikan pertimbangan mengenai nilai dan arti sesuatu yang
dipertimbangkan (evaluand). Sesuatu yang dipertimbangkan itu bisa berupa orang,
benda, kegiatan, keadaan atau sesuatu kesatuan tertentu (Hamid Hasan 1988).
Menurut
Achmad Sanusi evaluasi adalah proses penilaian yang sistematis, yang mencakup
pemberian nilai, atribut, apresiasi, dan pengenalan permasalahan serta
pemberian solusi-solusi.[2]
Sedangkan
menurut kamus besar Indonesia evaluasi memiliki arti “penilaian” yang secara
luas memiliki pengertian sebagai suatu proses sistematis yang mengandung
pengumpulan informasi, menganalisis dan menginterpretasi informasi tersebut
untuk membuat keputusan-keputusan. Seiring dengan dinamika pemikiran manusia,
evaluasi telah di gunakan dalam berbagai aspek kehidupan.Artinya, tidak hanya
evaluasi intelegensi, namun juga pada kepribadian, sikap, minat, ingatan,
keterampilan dan juga pada evaluasi pendidikan dan pengajaran. Dalam dunia
pendidikan evaluasi yang dimaksud adalah evaluasi prestasi belajar siswa
setelah melakuakn suatu proses pembelajaran. Atau juga dapat diartikan sebagai
suatu tindakan penilaian guru pada siswa setelah mengikuti proses pembelajaran,
baik sebagai produk maupun proses yang bertujuan menseleksi, mendiagnosa,
menempatkan dan mengukur keberhasilan.
Dari
pengertian diatas dapat diartikan bahwa evaluasi pembelajaran adalah suatu
proses pengumpulan dan pengolahan informasi untuk menentukan pencapaian hasil
belajar peserta didik. Pencapaian tersebut dilihat dari segi kompetensi peserta
didik yang secara berkelanjutan terlibat dalam suatu proses pembelajaran, untuk
memantau kemajuan, melakukan perbaikan pembelajaran, dan menentukan
keberhasilan belajar peserta didik.
Munculnya kata “test”
berasal dari bahasa yunani kuno yakni “testum” yang artinya piring untuk
menseleksi atau memisahkan mana logam yang mulia dan mana yang tidak. Memisahkan
yang mulia dengan yang tidak tentunya membutuhkan kecerdasanintelektual,
sehingga pada awalnya testtum hanya untuk membedakan tingkat jika dikaitkan
dengan pelajaran berarti bagaimana guru dapat memisahkan mana siswa yang baik
atau cerdas dengan siswa yang kurang cerdas.(thoifuri, 2007:184).[3]
Pengertin
test secara luas dapat diartikan sebagai suatu alat pengukuran yang berupa
pertanyaan, perintah,dan petunjuk yang ditunjukan kepada testee untuk
mendapatkan respon sesuai dengan petunjuk itu.
Tes
adalah teknik penilaian yang biasa digunakan untuk mengukur kemampuan siswa
dalam pencapaian suatu kompetensi tertentu, melalui pengolahan secara
kuantitatif yang hasilnya berbentuk angka. Berdasarkan angka itulah selanjutnya
ditafsirkan tingkat penguasaan kompetensi siswa. Proses pelaksanaan tes
dilakukan setelah berakhir pembahasan satu pokok bahasan, atau setelah selesai
catur wulan atau satu semester. Dilihat dari fungsinya, tes yang dilaksanakan
setelah selesai satu catur wulan atau semester, dinamakan tes sumatif.
Sedangkan tes yang dilaksanakan setelah selesai proses belajar mengajar atau
mungkin setelah satu pokok bahasan dinamakan sebagai tes formatif.
Tes
adalah sejumlah pertanyaan yang di ajukan oleh evaluator secara lisan atau
tertulis yang harus dijawab oleh peserta tes ( testtee ) dalam bentuk lisan
atau tulisan pula.[4]
Jadi
dapat disimpulkan bahwa pengertian Teknik Evaluasi Tes adalah suatu proses
penilaian yang sistematis yang didalamnya ada sejumlah pertanyaan yang diajukan
oleh evaluator (guru) secara lisan atau tulisan yang harus dijawab oleh peserta
didik dalam bentuk lisan atau tulisan pula.
Macam-Macam Teknik Evaluasi Pembelajaran
Hendyat
Soetopo membagi tes hasil menjadi 6 (enam) jenis pembagain, yaitu Pertama, Pembagian
menurut sifatnya, tes dapat dikelompokan menjadi: a) Tes verbal yaitu tes yang
menggunakan bahasa sebagai alat untuk melaksanakan tes. Tes verbal terdiri dari
tes lisan dan tes tulisan. b) Tes non verbal yaitu tes yang tidak menggunakan
bahasa sebagai alat untuk melaksanakan tes, tetapi menggunakan gambar, tugas
dan sebagainya.
Kedua,
Pembagian menurut tujuannya, tes dapat
dikelompokan menjadi: a) Tes bakat (Aptitude Test) yaitu tes yang
digunakan untuk menyelidiki bakat seseorang. Tes bakat biasanya digunakan untuk
mengetahui kemampuan dasar yang bersifat potensial. b) Tes intelegensi (Intelligence
Test) yaitu tes yang dilakukan untuk mengetahui kecerdasan seseorang. c)
Tes prestasi belajar (Achievement Test) yaitu tes yang dilakukan untuk
mengetahui prestasi seseorang murid dari mata pelajaran yang telah diberikan.
Melalui tes ini guru dapat mengetahui apakah pelajaran yang diberikan mencapai
tujuan sesuai dengan target yang telah ditentukan. d) Tes diagnostik (Diagnostic
Test) yaitu tes yang digunakan untuk menggali kelemahan atau problem yang
dihadapai murid, terutama kelemahan yang dialami murid dalam belajar. e) Tes
sikap (Attitude Test) yaitu tes untuk mengetahui sikap seseorang murid
terhadap sesuatu. f) Tes minat yaitu tes yang digunakan untuk mengetahui minat
murid terhadap hal-hal yang disukai. Melalui tes ini dapat diketahui apa yang
disukai murid.
Ketiga,
Pembagian menurut pembuatannya, tes dapat
dikelompokan menjadi: a) Tes terstandar (Standart Direct Tast) yaitu tes
standar atau tes yang dibakukan mengandung prosedur yang seragam untuk
menentukan nilai dan administrasinya. Tes standar bisa membandingkan kemampuan
murid dengan murid lain pada usia atau level yang sama, dan dalam kasus
perbandingan ini dilakukan ditingkat nasional. Tes standar mencakup berbagai
materi yang lazimnya diajarkan dikebanyakan kelas. Tes standar yang
penyusunannya telah melalui proses penggunaan patokan-patokan tertentu dan
memiliki aturan umum serta telah diuji validitas dan reabilitasnya. Biasanya
tes ini dibuat oleh sekelompok yang ahli di bidang pembuatan tes. b) Tes buatan
guru (Teacher Made Test) yaitu tes buatan guru cenderung difokuskan pada
tujuan instruksional untuk kelas tertentu. Tes buatan guru adalah tes yang
dibuat oleh guru untuk kepentingan prestasi belajar.
Keempat,
Pembagian menurut bentuk soalnya, tes dikelompokan menjadi: a) Tes uraian (Essay
Test) yaitu tes yang bentuk soalnya sedemikian rupa sehingga memberi
kesempatan pada murid untuk menjawab secara bebas dengan uraian. Tes ini menuntuk
kemampuan murid untuk mengorganisasi dan merumuskan jawaban dengan menggunakan
kata-kata sendiri. Bentuk tes ini terdiri dari uraian bebas (Free Essay Test)
dan uraian terbatas (Limited Essay Test). b) Tes obyektif (Objective Test) yaitu tes yang bentuk
soalnya hanya memerlukan jawaban singkat sehingga tidak memungkinkan murid
menjawab secara terurai. Dalam tes obyektif maka tugas murid hanya memilih di
antara kemungkinan jawaban yang telah disediakan, memberi jawaban singkat atau
mengisi titik-titik yang telah disediakan.
Berdasarkan pada cara mengerjakan soal, maka tes obyektif dapat digolongkan
menjadi dua yaitu: 1) variasi di mana testee harus mensuplai jawabannya
sehingga hampir tidak berbeda dengan essay test. misalnya bentuk completion
test (melengkapi) dan the short answer (jawaban singkat). 2) , variasi
di mana tesstee hanya memilih di antara jawaban yang telah disediakan
bersama solnya. Pada variasi ini ada lima bentuk tes, di man testee
harus: Pertama, menyatakan apakah suatu pernyataan itu benar atau salah
(true false); Kedua, memilih jawaban yang paling benar (the
best answer); Ketiga, menjodohkan dua rentetan kata-kata yang
tersedia sesuai dengan jawaban yang benar (matching test); Keempat,
memilih di antara alternatif-alternatif jawaban yang disediakan untuk setiap
soal (multiple choice); Kelima, mengelompokan jawaban yang sesuai
dengan klasifikasi masing-masing (classification). [5]
Kelima,
Ditinjau dari obyek yang dites, maka tes dikelompokan menjadi: a) Tes
individual yaitu suatu tes yang dalam pelaksanaannya memerlukan waktu yang
cukup panjang (untuk waktu yang sama penguji hanya dapat mengetes seorang
calon). b) Tes kelompok yaitu tes yang dilakukan terhadap beberapa murid dalam
waktu yang sama.
Sedangkan
dilihat dari jenisnya, test dibagi kedalam empat jenis test. Yaitu sebagai
berikut; 1) Test penempatan (placement test), test ini disajikan pada awal tahun pelajaran untuk mengukur
kesiapan siswa dan mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dicapai sehubungan
dengan pelajaran yang akan disajikan. Demikian, siswa dapat ditempatkan pada
kelompok yang sesuai dengan tingkat pengetahuan yang dimiliki. 2) Test formatif (formative test), test ini dapat dilakukan
ditengah-tengah program pendidikan untuk memantau kemajuan belajar peserta
didik dan pendidik. Berdasarkan hasil test itu pendidikan dapat mengetahui apa
yang masih perlu dijelaskan kembali agar peserta didik dapat menguasai materi
pelajaran yang lebih baik. 3) Tes
diagnostic (diagnostic test), test diagnostic bertujuan mendiagnosis
kesulitan belajar siswa untuk mengupayakan perbaikannya. Dalam mendiagnosis
kesulitan belajar siswa pendidikan harus terlebih dahulu menhetahui bagian mana
dari pendidikan yang memberikan kesulitan belajar pada peserta didik. 4) Test sumatif (summative), jenis test ini disajikan pada
peserta didik pada akhir tahun pelajaran atau akhir suatu jenjang pendidikan
yaitu pada akhir caturwulan atau smester. Oleh karena itu, test ini dimaksudkan
untuk memberikan nilai yang menjadi dasar penentuan kelulusan dan atau
pemberian sertifikat bagi yang telah menyelesaikan pelajaran dengan hasil yang
baik.
Bentuk Tes dalam Evaluasi
Ada
beberapa bentuk tes dalam mengevaluasi suatu pembelajaran diantaranya adalah Pertama,
Tes Subyektif (essay test) merupakan teknik evaluasi yang mana
pemberian skor dan nilai jawaban dilakukan sesuai interpretasi siapa yang
melakukan penskoran, penilain dan evaluasinya mengacu kepada kunci jawaban yang
telah disediakan. Tes subyektif terbagi menjadi: a) Tes uraian bebas adalah
bentuk soal tes dimana siswa diberi kesempatan untuk menjawab secara bebas,
yaitu tidak terikat oleh suatu teori tertentu. Dalam tes uraian bebas jawaban
siswa tidak dibatasi, bergantung pada pandangan siswa itu sendiri. Hal ini
disebabkan oleh isi pertanyaan uraian bebas sifatnya umum. b) Tes uraian
terikat atau terbatas adalah bentuk tes soal dimana siswa menjawab berdasarkan
suatu teori tertentu. Dalam tes uraian terbatas ini pertanyaan telah di arahkan
kepada hal-hal tertentu atau ada pembatasan tertentu seperti, dalam segi ruang
lingkupnya, sudut pandang jawabannya, atau indikator-indikatornya. c) tes
uraian berstruktur adalah serangkaian soal jawaban singkat sekalipun bersifat
terbuka dan bebas menjawabnya.
Soal yang berstruktur berisi unsur-unsur yaitu
pengantar soal, seperangkat data dan serangkaian sub soal. Soal yang
berstruktur berisi unsur-unsur (a) pengantar soal, (b) seperangkat data, dan
(c) serangkaian sub soal.[6]
Contoh tes uraian bebas:
Bagaimana perkembangan komputer di indonesia,
jelaskan dengan singkat!
Bagaimana peranan komputer dalam dunia
pendidikan?
Apa yang kamu ketahui tentang aqidah islam?
Contoh tes uraian terikat atau terbatas:
Sebutkan lima komponen dalam sistem komputer!
Jelaskan bagaimana prosedur operasional sebuah
pesawat komputer!
Sebutkan 3 faktor penyebab kemunduran umat
islam!
Contoh tes uraian berstruktur
Ahmad selalu berkata apa adanya. Menjaga
dengan baik tas dan buku-buku yang dititipkan Rahmat. Selalu menjalankan
perintah sholat. Berdasarkan pertanyaan diatas:
a.
Jelaskan tiga perilaku terpuji yang dilakukan oleh Ahmad!
b. Tuliskan
masing-masing satu ayat Al-Qur’an tentang tiga perilaku terpuji Ahmad di atas!
Kedua,
Tes Obyektif merupakan tes yang jawabanya hanya salah atau benar dan skornya
antara 1 atau 0. Tes obyektif ini terdiri dari beberapa bentuk yaitu a) Bentuk
salah benar, yaitu soal tes yang memerintahkan siswa untuk menjawab hanya dua
pilihan, betul atau salah. b) Bentuk pilihan ganda, yaitu soal tes dimana siswa
diberi jawaban mungkin tiga, empat atau lima jawaban untuk memilih salah satu
yang benar. c) Bentuk melengkapi, yaitu bentuk soal tes yang memerintahkan
siswa untuk melengkapi suatu pertanyaan dalam suatu paragraf dimana terdapa
kata yand dibuang sehingga menjadi lengkap. d) Bentuk menjodohkan, yaitu bentuk
soal tes yang memerintahkan siswa untuk menjawab pertanyaan berdasarkan jawaban
yang sudah ada didampingnya.
Contoh tes bentuk salah-benar
Di
bawah ini terdapat sejumlah pernyataan yang mengandung dua kemungkinan jawaban,
benar atau salah. guru diminta untuk menentukan pilihan dari setiap pernyataan
tersebut, benar atau salah. jika benar tulislah tanda tambah (+), sebaliknya
jika salah tulislah tanda (O) di depan nomor masing-masing pernyataan itu.
Berikut adalah cara mengerjakan soalnya
+ (1)
Surat Al-Fatihah termasuk surat makiyyah
O (2) Surat Al-Fatihah disebut juga
suratUmmul Kitab atau Ummul Quran
O (3)
Nun mati bertemu dengan huruf alif
hukumnya ikhfa
+ (4) Nun mati bertemu dengan huruf ta
hukumnya ikhfa.
Contoh benar-salah lainnya seperti:
B-S Kemanusiaan
yang adil dan beradab merupakan sila kelima dari Pancasila.
Contoh tes bentuk pilihan ganda
Berbagai komponen yang saling berhubungan dan
saling mempengaruhi disebut...
a. Program
b. Sistem
c. Data
d.
Operation
Berikut ini adalah gerakan dasar mouse,
kecuali...
a. Menunjuk
b. Mengklik
c. Menghapus
d.
Menggeser
Contoh tes bentuk melengkapi
Program dan data dapat disimpan dalam... atau ...
Fungsi utama mouse adalah untuk meletakan... dan
memilih...
Contoh tes bentuk menjodohkan
Petunjuk: dibawah ini terdapat dua daftar nama, sebelah
kiri adalah pengertian, sedangkan sebelah kanan adalah istilah. Pilihlah
pengertian tersebut sesuai dengan nama konsepnya dengan menuliskan angka 1,2,3
dan seterusnya pada tempat yang telah disediakan.
Pengertian: Istilah
.............: Alat penyimpan data 1.
Monitor
.............: Alat pemantau 2. Printer
.............: Papan ketik 3.
Keyboard
.............: Alat pencetak data 4. Flash Disck
Ketiga,
Tes Lisan merupakan tes yang menuntut jawaban
dari peserta didik dalam bentuk lisan. Tes lisan dapat berbentuk seperti
seorang guru menilai seorang peserta didik, seorang guru menilai sekelompok
peserta didik, sekelompok guru menilai seorang peserta didik dan sekelompok
guru menilai sekelompok peserta didik. Ada
beberapa hal yang harus mendapat perhatian dalam pelaksanaan test lisan. a) Pertahankan
situasi evaluasi dalam pelaksanaan tes lisan. Guru harus menyadari bahwa
evaluasi adalah untuk mendapatkan gambaran prestasi belajar yang di capai
murid. Jangan sekali-kali mengubah situasi tes menjadi mnjadi suatu diskusi. b)
Janganlah guru membentak-bentak seorang murid karena murid tersebut memberikan
jawaban yang menurut penilaian guru merupakan jawaban yang sangat tidak baik.
Pembuatan Tes dalam Evaluasi
Berdasarkan
pembuatan tes tersebut ada dua macam tes buatan yaitu tes non standar atau tes
buatan guru dan tes standar. Tes non standar atau tes buatan guru adalah tes
yang di buat oleh seorang guru tanpa bantuan tim ahli. Tes ini sering tidak
tersusun dengan baik, belum sempat dianalisis dan tidak dipertanggungjawabkan
baik validasi maupun reliabilitasnya. Kegunaan tes yang dibuat guru adalah: 1)
Untuk menentukan seberapa baik siswa telah menguasai bahan pelajaran
yagdiberikan dalam waktu tertentu. 2) Untuk menentukan kedudukan siswa dalam
suatu kelas atau suatu kelompok. 3) Untuk memperoleh suatu nilai.
Sedangkan
tes standar adalah tes yang disusun oleh tim ahli. Atau disusun oleh lembaga
yang khusus menyelenggarakan secara professional. Tes tersebut diketahui
memenuhi syarat sebagai tes yang baik; yakni diketahui validasi dan
reliabilitasnya baik validasi rasional mampu validitas empiric, reliabilitas
dalam arti teruji tingkat stabilitas maupun homoginitasnya. Tes ini dapat
digunakan dalam waktu yang relatif lama, dapat diterapkan kepada beberapa obyek
menyangkut wilayah yang luas. Untuk mengukur validasi dan reliabilitasnya telah
di uji cobakan beberapa x sehingga hasilnya dapat dipertanggung jawabkan. Menurut
Suharsimi Arikunto kegunaan tes standar adalah sebagai berikut; 1)
Membandingkan prestasi belajar dengan pembawaan individual atau kelompok. 2)
Membandingkan tingkat partisifasi siswa dalam keterampilan diberbagai bidang
studi untuk individu atau kelompok. 3) Membandingkan prestasi siswa berbagai
sekolah atau kelas. 4) Mempelajari perkembangan siswa dalam suatu priode atau
waktu tertentu.
Untuk
memberikan gambaran yang jelas di sajikan perbandingan antara tes buatan guru
dengan tes standar, untuk Tes standar;
1) Didasarkan atas bahan dan tujuan umum pendidikan diseluruh Negara. 2) Mencakup
aspek yang luas meliputi pengetahuan dan keterampilan dengan hanya sedikit
.butir tes utnuk setiap keterampilan atau topic. 3) Disusun dengan kelengkapan
staf, professor, pembahas, dan editor butir tes. 4) Menggunakan butir tes yang
telah di ujicobakan, dianalisis dan di revisi sebelum disajikan. 5) Mempunyai
reliabilitas yang tinggi. 6) Dimungkinkan menggunakan norma untuk seluruh
Negara.
Dan
untuk Tes non standar; 1) Didasarkan
atas bahan dan tujuan khusus yang dirumuskan guru untuk kelasnya sendiri. 2) Dapat
terjadi hanya mencakup pengetahuan dan keterampilan yang sempit dengan butir
tes yang lebih banyak atau luas untuk setiap topic atau keterampilan. 3) Disusun
sendiri oleh guru dengan sedikit atau dengan tanpa bantuan oaring lain. 4) Jarang
menggunakan butir-butir yang sudah diujicobaka, dianalisis dan direvisi. 5) Mempunyai
reliabilitas sedang atau rendah. 6) Norma kelompok tebatas kelas tertentu.
PENUTUP
Wand dan Brown (1957)
mendefinisikan evaluasi sebagai “refer to the act or process to determining
the value of something” evaluasi mengacu kepada suatu proses untuk
menentukan nilai sesuatu yang dievaluasi.
Menurut Achmad Sanusi evaluasi
adalah proses penilaian yang sistematis, yang mencakup pemberian nilai,
atribut, apresiasi, dan pengenalan permasalahan serta pemberian solusi-solusi
Tes adalah sejumlah pertanyaan
yang di ajukan oleh evaluator secara lisan atau tertulis yang harus dijawab
oleh peserta tes ( testtee ) dalam bentuk lisan atau tulisan pula.
Jadi dapat disimpulkan bahwa
pengertian Teknik Evaluasi Tes adalah suatu proses penilaian yang sistematis
yang didalamnya ada sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh evaluator (guru)
secara lisan atau tulisan yang harus dijawab oleh peserta didik dalam bentuk
lisan atau tulisan pula.
Hendyat Soetopo membagi tes
menjadi 6 (enam) jenis pembagain yaitu 1) Pembagian menurut sifatnya, tes dapat
dikelompokan menjadi: tes verbal dan tes non verbal. 2) Pembagian menurut
tujuannya, tes ini dapat dikelomokan menjadi: tes bakat (Aptitude Test),
tes intelegensi (Intelligence Test), tes prestasi belajar (Achievement
Test), tes diagnostik (Diagnostic Test), tes sikap (Attitude Test)
dan tes minat. 3) Pembagian menurut pembuatannya, tes dapat dikelompokan
menjadi: tes terstandar (Standart Direct Test), tes buatan guru (Teacher
Made Test). 4) Pembagian menurut bentuk soalnya, tes dikelompokan menjadi:
tes uraian (Essay Test) dan tes obyektif
(Objective Test)
Berdasarkan pada cara
mengerjakan soal, maka tes objektif dapat digolongkan menjadi 2 yaitu variasi
di mana testee harus mensuplai jawabannya sehingga hampir tidak berbeda
dengan essay test. misalnya bentuk completion test (melengkapi)
dan the short answer (jawaban singkat). Dan variasi di mana tesstee
hanya memilih di antara jawaban yang telah disediakan bersama solnya. Pada
variasi ini ada lima bentuk tes. yaitu: salah-benar, memilih jawaban yang
paling benar, menjodohkan dengan jawaban yang benar, memilih jawaban yang telah
di sediakan untuk setiap soal, mengelompokan jawaban yang sesuai dengan
klasifikasi msing-masing.
Ditinjau dari obyek yang dites,
maka tes dikelompokan menjadi: tes individual
dan tes kelompok. Di lihat dari jenis tesnya, tes dibagi ke dalam 4
jenis tes : test penempatan (placement test), test formatif (formative test)
tes diagnostic (diagnostic test), dan tes sumatif (summative),
Adapun bentuk tes dalam evaluasi
yaitu: tes Subyektif meliputi tes uraian bebas, tes uraian terikat atau
terbatas dan tes uraian berstruktur. Dan tes Obyektif meliputi bentuk salah-benar,
bentuk pilihan ganda, bentuk melengkapi dan bentuk menjodohkan. Pembuatan tes
dalam evaluasi tes buatan guru (tes non standar) dan tes Standar.
Refleksi
Evaluasi
adalah bagian yang hakiki dari usaha mengajar. Mengetes, menulis, memberi
angka, membuat laporan adalah alat-alat evaluasi yang harus digunakan untuk
mengakibatkan hasil belajar yang lebih baik. Sering evaluasi dianggap terpisah
dari belajar, yaitu sekedar memberi gambaran tentang kesanggupan anak. Itu
penting akan tetapi yang lebih penting lagi ialah menggunakan evaluasi sebagai
suatu alat untuk mengusahakan agar anak-anak belajar dengan lebih baik.
Murid
sendiri yang turut serta secara aktif dalam evaluasi. Dialah orang utama yang
menilai pekerjaannya sendiri, sebab dialah yang harus belajar dan mempertinggi
hasil belajarnya berdasarkan evaluasi itu.
Untuk
melihat dan mengetahui proses yang terjadi dalam pembelajaran. Menurut Thoifuri
merumuskan tujuan evaluasi terhadap siswa sebagai berikut: 1) Selektif, yaitu
menseleksi penerimaan siswa, menseleksi kenaikan siswa, menseleksi siswa
mendapat penghargaan, menseleksi siswa berhak meninggalkan sekolah atau lulus.
2) Diagnostik, adalah mengetahui kelemahan siswa, kemudian dicarikan solusinya.
3) Penempatan (placement), yakni menempatkan siswa berdasarkan tingkat
kecerdasan intelektualnya dalam kelompok kelas tertentu sehingga proses
pengajarannya lebih mudah. 4) Pengukuran keberhasilan, adalah mengukur
keberhasilan siswa dalam mengikuti proses pembelajaran.
Jadi,
agar suatu proses pembelajaran dikatakan efektif, jika pembelajaran tersebut
diorganisasikan dengan sedemikian rupa sehingga semua yang berkepentingan dan
terutama siswa itu sendiri memperoleh penilaian yang valid dan terperinci dari
segala aspek pembelajarannya.
DAFTAR PUSTAKA
Fauzi Anis dan Rifiyal Ahmad Lugowi. 2009. Pembelajaran Micro. Jakarta:Diadit Media
AD. Rooijakkers. 1991. Mengajar dengan Sukses. Jakarta: PT. Gramedia
Syah Darwayan dkk.2009. Pengembangan Evaluasi Sistem Pendidikan Agama Islam. Jakarta:Diadit
Media
Syah Darwayan dan Supardi.2014. Evaluasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam.Ciputat:Haja Mandiri
Mulyadi. 2010. Evaluasi
Pendidikan. Malang:UIN Maliki Pers
Arifin Zaenal. 2009. Evaluasi
Pembelajaran. Bandung:PT.Remaja Rosda Karya
Makmun Syamsudin, Abin. 2012. Psikologi Kependidikan. Bandung:PT.Remaja Rosda Karya
Sanjaya Wina. 2010. Kurikulum
dan Pembelajaran. Jakarta:Kencana Prenada [7]Media
Group
Popham James dan Evi L.Baker. 1992. Teknik mengajar secara sistematis. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Hamalik Oemar. 1995. Kurikulum
dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara
Syah, darwyan dan M. A. Djazimi. Pengemabangan Sistem
Evaluasi Pendidikan Agama Islam. Jakarta: UIN Jakarta Press.
Mursell dan S. Nasution. Mengajar dengan Sukses. Jakarta:
Bumi Aksara